oleh

Wayan Koster: Pariwisata Bali Perlu Ditata Total



SMM


KANALSATU.info – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Bali perlu ditata total agar sektor pariwisata bisa bertahan terus dalam jangka waktu panjang. Daya tarik Bali di sektor pariwisata adalah budaya, peradaban, seni, adat dan kearifan lokalnya sehingga kerap disebut ‘Island of God’.    Namun, belakangan Koster menilai taksu (aura) Bali cenderung menurun, sehingga perlu ditata secara total.

“Taksu Bali kini menurun, begitu juga kearifan lokal, alamnya, dan manusianya. Kalau dibiarkan, Bali tidak akan menarik bagi wisatawan, untuk itu harus ditata total,” ujar Koster pada acara bertajuk ‘Walk The Talk with Governor of Bali: Sinergy and Harmony Under ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang dihadiri seribu lebih pelaku pariwisata Bali di Kuta.

banner 300250

Di hadapan peserta yang hadir, Koster mengungkapkan pentingnya  penyampaian visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ apalagi sektor pariwisata  jadi salah satu sektor prioritas.

“Ke depan pariwisata Bali akan terus dibangun dan ditata. Para pelaku pariwisata harus terus berkomunikasi mengenai regulasi, program, peraturan daerah, peraturan gubernur agar berjalan sesuai harapan semuanya,” jelas Koster.

“Anda sekalian adalah  pelaku utama di lapangan, yang melaksanakan, yang terkena dampak langsung kebijakan yang dijalankan,” ujarnya.

Koster juga mengatakan, pelaku pariwisata juga berperan besar untuk Bali agar dapat memperoleh manfaat maksimal dari kemajuan pariwisata. “Ke depannya, selain mendukung pertumbuhannya, pariwisata juga harus tetap berbasiskan budaya serta dalam suatu tata kelola yang baik,” ujarnya.  Alokasi anggaran untuk promosi juga akan ditingkatkan.

Lebih jauh Koster mengatakan, baik buruknya pariwisata Bali berdampak pula pada sektor ekonomi Bali dan sektor lainnya. Untuk itu sektor industry dan pertanian harus bersinergi dan saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Berita lain  Pemkot Bali Luncurkan "Mobil Konseling Denpasar Ceria"

Pemda sebagai pembuat regulasi berkomitmen untuk membuat kebijakan-kebijakan untuk kemajuan pariwisata sekaligus regulasi yang tegas bagi mereka yang melanggar. “Kita sudah buktikan saat kita menindak perusahaan-perusahaan ilegal yang beroperasi di Bali, yang bisa menimbulkan pariwisata tidak sehat,” tegas Koster.

Untuk mendukung kemajuan pariwisata, Koster memaparkan berbagai fasilitas tambahan yang akan dibangun seperti convention center, gedung kesenian berkapasitas besar hingga museum tematik serta infrastruktur pendukung, jalan short cut bahkan jalur kereta api.

Sementara itu Ketua Panitia, Gusti Ngurah Surya Wijaya mengatakan, tujuan besar acara yang menghadirkan lebih dari 1500 peserta tersebut untuk sinergitas pemda dan stakeholder pariwisata. “Pemda adalah pilar penting perkembangan pariwisata. (Acara ini) juga sebagai media evaluasi  bersama, posisi dan kondisi Bali sebagai destinasi pariwisata,” ujar dia.

 

 



close

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed