oleh

Soal Pendukung Prabowo Tak Percaya KPU, Jusuf Kalla: Kalau Menang Ya Menang, Kalah Ya Kalah



AR


KANALSATU,infoJusuf Kalla menanggapi santai hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) soal tingkat kepercayaan kepada KPU rendah, khususnya dari pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto– Sandiaga Uno. Dia menilai tidak akan ada masalah setelah pemilu usai nanti.

Sebab, menurut JK, masyarakat menyakini dan mempraktikkan demokrasi secara baik. “Artinya kalau menang ya menang, kalah ya kalah. Selama hampir 20 tahun, saya kira enggak ada masalah,” kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

banner 300250

JK yakin KPU bersikap independen dalam Pemilu. Jika ada pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu bisa melaporkannya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

“Tak senang itu tergantung masing-masing pihak. Di atasnya kan masih ada Bawaslu dan ada Badan Kehormatan (DKPP). Kalau tak puas ya tinggal bawa ke Dewan Kehormatan,” kata JK.

Sebelumnya, data SMRC membelah persentase ketidakpercayaan publik kepada KPU dan Bawaslu didominasi oleh kubu Prabowo-Sandi, ketimbang JokowiMa’ruf Amin. Menurut temuan SMRC di lapangan, hal ini dikarenakan ramainya isu netralitas penyelenggara pemilu, 7 kontainer surat suara tercoblos, dan kotak suara kardus.

Data SMRC merinci, pada isu netralitas pendukung Prabowo-Sandi yang tidak percaya KPU jumlahnya sampai 25 persen. Ketimbang pendukung Jokowi-Ma’ruf yang hanya 5 persen.

Begitu pula terhadap Bawaslu, pendukung Prabowo-Sandi yang tidak percaya kinerja mereka jumlahnya mencapai 21 persen, sedangkan pendukung Jokowi-Ma’ruf hanya 5 persen.

“Juga terkait isu 7 kontainer, 75 persen pendukung Jokowi-Ma’ruf tak percaya, sedangkan pendukung Prabowo-Sandi yang tak percaya 49 persen,” jelas dia.

“Juga isu kotak suara kardus, 30 persen pendukung Jokowi-Ma’ruf percaya bisa menjadi sumber kecurangan, sementara pendukung Prabowo-Sandi yang percaya 47 persen,” imbuh dia.

Metodologi survei mencakup pemilih nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka dipilih dengan metode multistage random sampling dengan 1620 responden. Margin of error rata-rata kurang lebih 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dan survei ini dilakukan pada periode 24-31 Januari.

 

 



Berita lain  PBB Merapat Paslon 01, Dinilai Perkuat Basis di 4 Daerah Kekalahan Jokowi
close

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed