oleh

Bawang Putih Tembus Rp 60 Ribu/Kg



SMM


KANALSATU.info – Dinamika harga kebutuhan pokok mulai mencemaskan, harga bawang putih mencetak harga baru Rp60 ribu/kg di beberapa daerah. Kenaikan harga ayam dan telur serta komoditas sayuran juga terjadi. Ditengarai cuaca menjadi penyebabnya.

Dari pantauan di Pasar Pagi, Kota Cirebon, kemarin, harga bawang putih jenis kating dijual Rp60 ribu/kg, untuk harga bawang putih biasa dijual seharga Rp50 ribu/kg, sedangkan harga bawang merah dijual seharga Rp35 ribu hingga Rp38 ribu/kg. Selain jenis bawang-bawangan, harga ayam dan telur juga merangkak naik. Untuk harga ayam saat ini dijual di kisaran Rp32 ribu hingga Rp33 ribu/kg dari Rp28 ribu dan telur ayam dijual seharga Rp24 ribu/kg dari Rp21 ribu.

banner 300250

“Yang bikin kaget sekarang ya harga bawang putih kating­, tembus Rp60 ribu,” ungkap Ilah, pedagang sayuran di pasar tersebut. Selama ini, lanjut Ilah, bawang putih kating memang lebih banyak dibeli pelanggannya. Selain karena mengupasnya lebih mudah, juga karena lebih wangi jika dibandingkan dengan bawang putih biasa. Namun, karena harganya yang tinggi membuat pelanggannya mengurangi pembelian jumlah besar. “Paling sekarang belinya, per ons. Jarang sekali yang sekarang beli seperempat saja,” ungkap Ilah.

Hal serupa ditemui di Pasar Tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pekan lalu, harga bawang putih di pasar tersebut sebesar Rp30 ribu/kg. Kini sejak dua hari terakhir melejit menjadi Rp60 ribu.

Dari pantauan di Jawa Tengah, di Pasar Induk Klaten, Pasar Manis, Purwokerto, harga bawang putih mengalami kenaikan Rp20 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu/kg.

“Harga bawang merah dan bawang putih melejit, Pak!” ujar Budi, pedagang di los pasar tradisional tersebut, Senin (15/4).

Berita lain  Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Selain itu, harga tomat dari tingkat petani naik dua kali lipat hingga menembus Rp10 ribu/kg. Normalnya harga tomat berkisar antara Rp4.000 -Rp5.000/kg. Petani di sentra pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Iseng Suhendri, mengatakan melambungnya harga tomat ini terjadi sejak Maret lalu. Kenaikan harga disebabkan stoknya terbatas akibat tanamannya banyak yang rusak karena gangguan hujan.

Sementara itu, Sutrisno, pedagang ayam di pasar tersebut meminta pemerintah turun tangan. “Kenaikan harga ini merugikan kita juga karena pembeli jauh berkurang,” ujarnya.

 

 



close

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed