by

Sampah di Laut Disulap jadi Ondel-ondel



SMM

KANALSATU.info – Diawali dari kegelisahan lingkungannya yang kerap di’serbu’ sampah kiriman, terlebih pada saat gelombang air laut pasang. Safei bersama saudaranya, Sudirman, berfikir keras untuk dapat mengurangi sampah dengan cara mendaur ulangnya.

Sampah-sampah yang terbawa gelombang laut tersebut, menepi dan menumpuk di dekat lingkungannya di RW07, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Baik sampah organik, terlebih non organik menumpuk membuat lingkungan tidak sehat.

“Kawasan Marunda Kepu adalah bagian dari pesisir utara Jakarta. Setiap terjadi gelombang, sampah laut ikut terbawa dan numpuk di pinggiran. Kalau sudah begitu, lingkungan pun pastinya kumuh, juga kotor,” ucap Safei, saat berbagi kisahnya, kemarin.

banner 300250

Baik Safei dan saudaranya, Sudirman, tak hanya aktif di lingkungan sekitarnya. Namun, masyarakat sekitar pun menyebutnya sebagai pegiat lingkungan karena banyak hal yang bisa dirasakan manfaatnya oleh warga atas kepedulian Safei.

Tidak ingin menyaksikan tumpukan sampah tersebut menggempur lingkungannya, Safei pun mulai memilah sampah-sampah non organik seperti plastik botol, botol kaleng, bungkus deterjen, dan lain sebagainya yang terbawa gelombang laut.

“Ketika proses pemilahan selesai, kemudian masuk pada proses pembersihan sampah yang telah kami pilah tersebut,” ungkapnya.

Tak sebatas kelar di sana, sambungnya, sampah-sampah non organik yang telah dipilah dan dibersihkan harus dikeringkan lebih dulu sebelum dimanfaatkan kembali.

Menurutnya, bila sampah-sampah telah bersih dan dikeringkan, maka material bekas tersebut pun sudah siap untuk didaur ulang. Pemanfaatan dari sampah tersebut pun, dapat dijadikannya berbagai souvenir atau cindera mata seperti boneka ondel-ondel dan miniatur Kapal Phinisi.

banner 300250

 

TERNYATA DIMINATI

Namun siapa sangka, berawal dari niatnya untuk mengurangi sampah yang ada di lingkungannya dengan cara mendaur ulang. Sebagian hasil kreasinya yang dibuat dari bahan sampah non organik ini, ternyata diminati banyak masyarakat untuk dijadikan cindera mata.

“Akhirnya berpikiran sekalian saja buat banyak untuk diperjualkan juga. Tidak untuk bentuk ondel-ondel dan kapal phinisi, saya juga bikin gantungan kunci, bando, topeng, pajangan, gelas, dan pensil,” papar Safei, yang juga pemilik sanggar SS Kreasi, di kawasan Rumah Si Pitung, Marunda.

Dikatakannya, setiap produk souvenir yang dijualnya dengan harga bervariasi sesuai tingkat kesulitan saat membuatnya. “Makin sulit tingkat pembuatannya, makin besar juga harga jual barangnya. Tapi kalau souvenir, harganya dari Rp5.000 sampai Rp10 ribu,” bebernya.

Sementara itu, khusus untuk ondel-ondel, Safei biasa membuat dengan ukuran mulai dari tinggi 10 centimeter hingga yang besar ukuran 2 meter. Karena memakan waktu hampir sepekan dan material yang digunakan juga lebih banyak, patung ondel-ondel pun dibandrol Rp7 juta – Rp9 juta.

Selama ini, baik Safei maupun Sudirman mengaku baru memasarkan produk-produknya melalui berbagai pameran dan akun media sosial (Medos). Setiap bulannya, diakui penghasilan dari penjualan dari hasil produk sampah daur ulangnya tersebut bisa mencapai Rp3 juta.

 

 

close