by

KPU Tegaskan Tidak Ada Petugas KPPS Meninggal Diracun



AR

KANALSATU.info – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membantah kabar yang menyebut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun. Justru, laporan yang diterimanya menyatakan petugas KPPS meninggal karena penyakit yang dideritanya.

“Tidak ada (yang keracunan) sampai saat ini. Tidak ada laporan yang menyatakan bahwa yang meninggal ini karena keracunan, itu tidak ada,” katanya saat ditemui di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, ratusan petugas KPPS yang meninggal banyak juga yang diakibatkan penyakit bawaannya. “Justru laporannya masuk yang ke kita itu memang mereka sudah sakit. Ada yang jantung, hipertensi. Saya bukan dokter ya, saya enggak bisa menyimpulkan sampai sejauh itu,” Arief mengungkapkan.

banner 300250

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, KPU telah menghitung segala resiko yang akan terjadi pada pemilu serentak 2019 ini. “Lho KPU sudah memperhitungkan (resiko pemilu serentak). KPU tidak memperhitungkan, KPU tidak mengatur jumlah pemilih (per TPS) 500 dari 300 (orang). KPU melakukan simulasi dan KPU melihat ada kemungkinan itu. Jadi kami antisipasi,” dia menambahkan.

Sebelumnya beredar kabar meninggalnya anggota KPPS 32, RW 23 Kelurahan Kebon Jayanti, Kota Bandung, meninggal karena keracunan. Petugas itu diketahui bernama Sita Fitriati.

Kabar itu disebarkan oleh pemilik akun Facebook bernama Doddy Fajar dan akun Twitter PEJUANG PADI @5thsekali. Dalam posting-annya, disebut Sita Fitriati sebagai salah satu petugas KPPS meninggal karena diracun.

Dalam keterangannya, almarhum merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun dan dalam tubuhnya ditemukan zat kimia yang mengandung racun yang sangat berbahaya.

Informasi tersebut dibantah oleh kakak Sita Fitriati, Muhammad Rizal. Rizal mengungkap bahwa informasi yang disebar akin facebook itu salah. Hingga akhirnya Rizal beserta keluarganya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian setempat.

banner 300250

 

 

close